Subscribe to RSS feed

«

»

Oct
29

Indah Pada Waktunya Butuh Kesabaran dan Tekad Baja

Sekilas intro : The Power Of Kepepet, sebuah kalimat yang pernah diucapkan seorang sahabat di facebook beberapa bulan lalu yang membuat saya terinspirasi, hehe. Yah, di bulan bertabur giveaway ini, entah dengan secara tidak sengaja sama sekali, saya selalu saja ikutan meramaikan hajatan sahabat, benar-benar di akhir menjelang deadline, menjelang batas penutupan. Selalu saja, maklumlah, saya ini seorang full time mother with three kids yang tidak punya banyak waktu untuk ber-online ria. Ide tercipta setiap sikon memungkinkan, begitu saja. Seperti kali ini, saya ingin ikut meramaikan hajatan mba Tarry Kitty-Holic. Mengambil dua tema sekaligus, review love story dan posting favorit, (boleh dalam satu postingan kan Mba?) Sambil berdoa (semoga masih sempat terdaftar sebelum waktu tenggatnya tiba). Amin

Review Love story

Membaca Love Story-nya di tiap part membuat saya berkali-kali tersenyum-senyum, mengangguk, tergeleng-gelang dan terharu sendiri.  Tersenyum melihat tingkah pola anak sekolahan/SMEA yang merasa terkesan (belum jatuh cinta) pada penampilan sederhana unik seorang pangeran bersarung yang usianya terpaut lima tahun darinya. Tergeleng-gelang dengan sikap dan lagaknya yang “sok cuek” padahal telah tersapa rasa dan debaran aneh telah menepuk hatinya. Kembali tersenyum sekaligus mengangguk membenarkan sikapnya yang menolak untuk terlalu “akrab” meski telah resmi menjadi sepasang kekasih dimana taman ria maospati menjadi saksi. Kembali mengangguk saat membaca sifatnya yang sangat tidak menyukai seseorang yang menjadi sahabat tiba-tiba berubah menyukai (itu saya banget mba). Tersenyum membaca percintaan yang selayaknya zaman orang tua dulu, tanpa hape apalagi internet hingga rindu yang terasa lebih menggebu. Terharu membaca perjalanan cinta antar dua negara yang penuh liku, penuh perjuangan, yang tentunya bertabur airmata, hati yang dipenuh rasa rindu yang menggebu, bertahan dengan tekad baja demi masa depan meski harus bekerja dengan pikiran tak yang pernah benar-benar tenang karena terlerai ruang dan waktu saat ia menjalaninya. Dan kini saya kembali tersenyum, mendengar kabar berita bahwa puncak kemenangan yang dirindukan dan diimpikannya bersama sang kekasih hati, kekasih jiwa dunia (insyaAllah) akhirat, sebentar lagi akan dipijakinya untuk kemudian kembali berjuang bersama meraih ridhaNya. Hemmmm… percayalah mba, sesuatu itu selalu indah pada waktunya.

Yah, akhir dari kisah cinta antar dua negara mba Tarry sebenarnya adalah awal dari perjuangan baru yang tentu akan hadir dengan ragam fase-fase kehidupan berumah tangga yang bagaikan sebuah perahu, tak selalu berlayar di permukaan air yang tenang tenang saja, tapi ada saat dimana riak-riak gelombang dan terjangan badai akan datang menghampiri sesekali. Semoga tanpa terlerai waktu dan ruang seperti selama beberapa tahun terakhir ini, Mba Tarry bisa lebih kuat, lebih sabar dalam mempertahankan indahnya kebahagiaan berpijak di puncak kemenangan bersama si dia, Amin.

indah pada waktunya butuh kesabaran dan tekad baja

Terjalinnya ikatan suci yang berawal dari kisah cinta antar dua kota hingga antar dua negara, Subhanallah!!!

Note: Si Tiwa (sahabat baik yang sudah menjadi jembatan ditemukannya mba dengan jodoh dunia-akhirat, insyaAllah) apa kabar? :D


Postingan Favorit : Bisa Sampai Hongkong Karena Dihina

Membaca kisah salah seorang sahabat mba Tarry yang juga berprofesi sama sebagai pahlawan devisa negara bernama Mba Tun, kembali membuat saya terharu dan merasakan betapa banyak sosok kuat dan tegar di muka bumi ini yang bernama wanita. Subhanallah. Berawal dari sebuah hinaan atas kehidupan serba sulit yang dijalaninya, hinaan yang justru datang dari orang-orang yang masih terhitung keluarga, menjadi cambuk baginya untuk kemudian bertekad menjadi orang yang SUKSES. Membayangkan betapa teganya, betapa tak berempatinya, bukannya membantu sesama apalagi yang masih terhitung keluarga sendiri malah justru menghina hanya karena merasa dirinya berada di atas segalanya. Mereka lupa bahwa segala yang kita miliki itu hanya titipan, yang seharusnya digunakan dengan baik, yang bisa diambil sang pemilik kapan saja ia berkehendak. Adapun yang diberi kekurangan merupakan ujian dan cobaan baginya agar lebih bersabar dan tetap bersyukur serta menjadikannya tak kenal lelah berusaha selama itu tidak keluar dari jalan yang ditetapkanNya seperti yang Mba Tun lakukan yaitu memilih menjadi seorang TKW.

Tak main-main, karena hinaan itu membawa dirinya sampai ke Hongkong. Tak hanya itu dengan profesinya sebagai TKW, ia berhasil sedikit demi sedikit mengumpulkan uang demi keluarga tercinta dan pada akhirnya mampu memperlihatkan pada sang penghina bahwa dunia itu berputar. Tak selamanya kita berada di atas begitupun sebaliknya. Bahwa Allah sang penguasa selalu berada bersama-sama orang yang sabar dan bertawakkal. Bertawakkal dalam artian berusaha sekuat tenaga, kemudian berserah diri atas apa yang telah diusahakan.

Membaca tulisan itu kalimat demi kalimat perlahan membuat air mata saya menitik. Betapa tidak, terbayang betapa pedihnya saat ia harus kehilangan manusia terkasih justru di saat ia begitu ingin berkumpul dengannya. Betapa segala jerih payah berakhir tak sesuai rencana setelah meninggalkan si kecil yang harusnya masih berada di dalam buaian, pelukan dan kasih sayangnya. Semua terbuang habis untuk membayar sangkutan lelaki di rumah sakit yang bahkan tak sempat ia pandangi wajahnya untuk terakhir kali karena telah terkubur bersama gundukan tanah merah.

Membayangkan ketika ia harus kembali tega untuk kedua kalinya meninggalkan si kecil tercinta demi memperjuangkan nasib si kecil kelak dan itu terjadi saat ia masih dalam  berduka setelah ditinggal suami. Duh Allah, rasanya tak bisa membayangkan terlalu jauh. Rasanya hati begitu pedih jika berada dalam posisinya. Tapi sikap yang ditunjukkannya pada dunia justru tak terduga. Ia berdiri sebagai seorang wanita tegar demi buah hatinya. Naluri keibuan dan status singel parent membuatnya tak lama larut dalam duka. Duka itu ia simpan sendiri, jauh di dalam lubuk hatinya. Saya salut luar biasa pada beliau. Sungguh, tak hanya wajahnya saja yang cantik, tapi hatinya juga.

Mba Tun, Mba Tarry, adalah salah dua sosok wanita yang patut menjadi teladan bagi para wanita. Dengan profesinya sebagai TKW yang sering dipandang rendah oleh sebagian kalangan, yang hak-haknya kurang mendapat kepedulian dari pemerintah padahal mereka sejatinya adalah pahlawan devisa negara, begitu tegar, kuat dan tabah menjalani kehidupan, bertahun-tahun berpisah dengan orang-orang terkasih demi sebuah harapan akan ada hari yang indah di suatu hari nanti. Mbak-mbakku’ percayalah! Tiada kebahagiaan sejati yang murni tercipta begitu saja. Semua didapatkan dengan penuh perjuangan entah dengan cara yang bagaimana.

Indah pada waktunya memang tidak terjadi begitu saja, semua butuh kesabaran dan tekad baja.

“Artikel ini diikutsertakan dalam acara GIVEAWAY “CINTA ANTARA 2 NEGARA” yang diadakan oleh Tarry KittyHolic”.

24 comments

  1. Tarry KittyHolic says:

    Tiwanya sudah melanglang buana ikut suaminya ke Lumajang dan anaknya 2 sudah SD (mungkin). HIkz saya kalah……

    Trimakasih atas partisipasinya mbak Ridha. Jadi tersandung eh tersanjung baca tulisan mbak Ridha hehe. Tercatat untuk kategori 1 dan 2 ya…. :)

    [Reply]

    Bangauputih Reply:

    tenang taja mba, ntar kalau sudah sampai ke puncak kemenangan bisa segera menyusul seperti Tiwa, sahabat mba :)

    terima kasih dah terdaftar, bersyukur blognya mba ga pake wp, habis akhir2 ini wp error dan sulit nembus, jadi saya tidak ada kesulitan mendaftar :D

    [Reply]

  2. anazkia says:

    Komen untuk penulis, luar biasa mengikuti dua sekaligus! :)

    Sedang untuk Mbak Tarry, mengenalinya seperti mengenal bangku kehidupan di mana di situ tertulis cerita kehidupannya pada lembar-lembar kata dunia maya.

    Semoga menang, Mbak :)

    jadi inget, dulu Mbak juga ikutan lomba di blog saya, yah? :)

    [Reply]

    Bangauputih Reply:

    hehe iya mba, tapi nggak menang karena masih blogger pemula. yang dapat reward kan yang senior semua :D
    alhamdulillah bisa meramaikan, itu aja sudah senang saya mba :D
    makasih ya kunjungan dan doanya

    [Reply]

    anazkia Reply:

    Ah, gak juga kok, Mbak. Ada juga blogger yang belum lama ngeblog. Kalau saya, nggak ada senioritas dalam ngeblog. lamnya ngeblog bukan berarti lebih hebat :) saling berbagi aja, Mbak :)

    [Reply]

    Bangauputih Reply:

    iya mba, tapi memang yang menang tulisannya wokeh2 :D
    tukeran link yuk mba :)

  3. Mabruri says:

    hihihi,,, kita sama2 bu pake the power of kefefet…. heheh
    saya jg baru posting tadi siang,,, :D

    wah,. dua sekaligus,, hebat-hebat.. luar biasa…

    LDR, hanya orang2 tertentu yang bisa ngejalaninnya.. :D

    sukses deh bu buat pagelaran2 yg diikuti.. :D

    [Reply]

    Bangauputih Reply:

    hehe, niatan dari awal cuma mau ngikut yang kategori kedua tapi rasanya nggakpas karena temanya cinta abtar dua negara. jadi sekalian :D
    sama-sama sukses mas
    berkali2 kutengok blognya mas, ngak bisa kebuka2 juga. pas mau kebuka, komennya susah :(

    [Reply]

  4. Tarry KittyHolic says:

    Iya, templatenya saya sapu bersih biar terang xixixi.

    Gpp mbak ga di follow, yg penting kalo ada pengumuman mbak bisa tahu. Hehe

    [Reply]

    Bangauputih Reply:

    insyaAllah infonya bisa saya lihat di list sahabat, karena yang teratas selalu yang paling terupdate :)
    makasih mba

    [Reply]

  5. honeylizious says:

    *endus2* bau2nya yang ini menang neh :)

    [Reply]

    Bangauputih Reply:

    hehe, mba bisa aja. kan diundi mba, untung2an :)

    [Reply]

  6. giewahyudi says:

    Saya pun berdoa semoga meski dengan ilmu ngepet, eh, kita bisa merasakan indah itu,..

    [Reply]

    Bangauputih Reply:

    hehe ilmu ngepet????
    iya mas Gie, aamin

    [Reply]

  7. Pakde Cholik says:

    Artikel yang padat dan menarik seperti ini tentu bisa membantu pengunjung untuk merasa terlibat di dalamnya. Sesuatu yang indah dan penuh hikmah memang layak untuk di share kepada sahabat.

    Semoga berjaya bersama saya.

    Salam hangat dari Surabaya

    [Reply]

    Bangauputih Reply:

    terima kasih pakdhe
    salam hangat dari makassar

    [Reply]

  8. vizon says:

    Nah, ada satu lagi tantangan kepepet buat Mbak Ridha…
    Silahkan cek di surau saya, hahaha…. :D

    Sukses buat kontesnya ya mbak :)

    [Reply]

    Bangauputih Reply:

    hehe, mau banget ikutan uda tapi sampai jam berapa deadlinenya yah? :)

    [Reply]

  9. Sriyono Semarang says:

    sesuatu memang indah klo sudah waktunya.,..
    klo kelamaan, kapaaaaaan… :)

    [Reply]

    Bangauputih Reply:

    hehe, sabar….. :D

    [Reply]

  10. kakaakin says:

    Membaca cerita Mbak Tarry memang menghanyutkan ya…
    Blognya begitu kaya akan hikmah-hikmah yang dapat dipetik :)

    Semoga dapat souvenir dari Hongkong ya… :D

    [Reply]

    Bangauputih Reply:

    amin, semoga mba juga demikian :D

    [Reply]

  11. Lidya says:

    haduh mbak, aku kayanya gak ikutan lagi males mikir :) semoga menang ya

    [Reply]

    Bangauputih Reply:

    haduh kenapa mba? tumben biasanya suka cepet ikutan :D
    moga sehat2 aja mba.

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>