Eksis Dengan Internet: Bonus Ekstra Atas Pilihan Hidupku
Internet saat ini sudah menjadi salah satu elemen penting dalam kehidupan manusia modern. Tanpa internet, hidup serasa tak lengkap. Demikian adanya dengan diriku. Walau hanya sebagai seorang full-time mother atau ibu rumah tangga tulen, rasanya ada yang kurang jika dalam sehari tak bisa mengakses internet pra bayar yang suami sediakan di rumah.
Aku mengenal internet pertama kali saat masih duduk di bangku SMA tahun 2002 silam. Saat itu kebutuhan internet yang terasa begitu luar biasa bagi seorang anak SMA pedalaman sepertiku masih hanya seputar berkenalan lewat chatting di IRC, hanya itu. Belum terpikir untuk menggunakannya secara lebih luas. Apalagi uang jajan yang sangat terbatas sehingga untuk sering-sering disisihkan demi bermain internet masih sangat sulit.
Selepas SMA dan pergi ke ibukota propinsi untuk melanjutkan pendidikan di universitas, internet mulai semakin akrab denganku. Tak hanya melulu chatting, dari seorang senior aku belajar banyak. Dimulai dari membuat email, cara mencari artikel-artikel yang berkaitan dengan tugas kuliah dan masih banyak lagi.
Hingga akhirnya saat takdir mempertemukanku dengan seseorang yang awalnya kuanggap hanya sebagai seorang kakak. Kedekatan kami juga awalnya dikarenakan internet. Kebetulan saat itu ia membantu menjaga warung internet milik kakaknya. Aku senang bertemu dengannya karena si setiap pertemuan, dia selalu mengajarkan hal-hal baru yang tentu saja bermanfaat dalam menggunakan internet. Bisa dibilang dia cukup melek internet apalagi dengan kemampuan bahasa iggrisnya yang lumayan bagus sehingga memudahkan mempelajari apapun walau hanya secara ototodidak dan selalu kembali dia ajarkan kepadaku.
Sampai suatu hari, kedekatan kami itu membuahkan rasa yang lebih dari sekadar seorang adik-kakak, lebih dari teman hingga takdir menentukan kami untuk menikah. Keputusan ini tentu saja tidak terjadi begitu saja. Banyak pertimbangan yang masing-masing telah kami pikirkan dengan baik, begitu pun dengan kedua orang tua kami sehingga semuanya terlaksana dan itu saat kami masih sama-sama belum memakai toga sarjana.
Menikah di usia masih terbilang muda tentu lebih banyak godaan, hambatan dan tantangannya. Apalagi dengan adanya berbagai sosial media yang ada di internet, semakin rentan menghancurkan hubungan banyak pasangan saat hubungan itu terjadi tanpa landasan agama yang kuat juga kesiapan individunya sendiri, baik itu fisik maupun mental. Maka sejak saat itu, si dia yang sudah berubah status menjadi suamiku sangat membatasi diriku dalam penggunaan internet. Apalagi saat sedang mengandung anak pertama, aku hanya diizinkan menggunakan internet untuk mencari tahu seputar bagaimana menjaga diri dan si bayi yang ada dalam kandungan sampai mempersiapkan diri saat melahirkan nanti. Suami tidak memberi izin untuk menggunakannya lebih dari itu.
Selepas kami selesai menempuh pendidikan, suami tetap membatasiku dalam menggunakan internet karena tahu, saat belum menikah, aku termasuk perempuan yang yang banyak memiliki teman juga sahabat, baik itu perempuan atau lelaki. Menyadari akan hal itu, suamiku memiliki kekhawatiran yang berlebihan sehingga tidak mengizinkanku untuk membuat akun sosial media dalam bentuk apapun yang sempat membuatku merasa terpuruk karena kehilangan teman dan komunitas.
Yah, tidak mudah memang. Sebelum menikah dulu, aku memang telah berjanji, akan menjadi istri dan ibu yang sepenuhnya mengurus keluargaku. Tidak akan bekerja di luar rumah meskipun aku mampu untuk itu. Namun dengan rutinitas harian yang sama kujalani setiap harinya di rumah, hadirnya keluarga baru dengan anak-anak yang terlahir, ditambahnya jarangnya berinteraksi di luar karena tak punya waktu lebih membuatku sempat merasa sedih dan menyesal dengan keputusanku dulu. Banyak teman yang juga menyayangkan keputusan itu dan pelan-pelan semakin jauh dari kehidupanku. Namun perasaan itu hanya bisa kupendam. Karena aku tak ingin terjadi pertengkaran hanya karena keinginanku untuk kembali seperti dulu, bisa tetap eksis, bisa bebas bertemu dengan sahabat-sahabatku.
Eksis dengan internet berawal dari ngeblog
Hingga di pertengahan tahun 2010, saat aku mengandung anak ketigaku, suamiku mulai bisa mengerti kerinduanku untuk kembali merasa eksis di dunia ini. Sudah lama aku mendambakan memiliki blog pribadi, tempatku mencurahkan isi hati dan menuliskan perjalanan kehidupanku yang sejak dulu tak pernah sempat dibuatkan oleh suamiku akhirnya terlahir. Sebelumnya aku hanya bisa membaca blog-blog milik orang lain yang selalu membuatku terpana, senang sekaligus sedih dengan info yang disampaikan degan berbagai gaya dan beragam tutur kata hingga membuatku semakin exited dengan dunia ngeblog.
Memiliki blog pribadi akhirnya benar-benar mengobati kerinduanku selama ini. Aku jadi kembali lebih semangat menjalani hari, setiap hari bertemu dengan orang-orang baru, saling share ilmu dan info yang tak lagi membuat hidupku serasa stganan dan mati kutu di rumah hanya karena sibuk menjadi full-time mommy.
Awalnya aku sempat merasa minder. Karena aku hanya seorang ibu rumah tangga yang coba-coba untuk ngeblog. Namun lama kelamaan aku menyadari, justru kehadiranku sebagai seorang blogger yang berstatus seorang istri dan ibulah yang banyak mendatangkan k manfaat dan keberkahan buatku. Aku memiliki segudang cerita untuk kubagi justru karena statusku. Aku juga banyak memenangkan kontes menulis di blog yang mana tulisan itu selalu berkaitan dengan pengalaman hidupku menjadi seorang istri sekaligus ibu. Dan ternyata, ada banyak wanita yang berstatus sama sepertiku yang meramaikan ranah blogsphere. Meraka tak hanya jadi kenalan di dunia maya, tapi waktu semakin membuat kami merasa dekat satu sama lain walau jarak memisahkan, walau tak pernah bertatap muka secara langsung. Kedekatan itu membuatku kembali merasa memiliki teman dan sahabat yang sudah lama hilang dari kehidupanku sejak memutuskan pilihan hidupku menikah di usia dini dulu. Karena ngeblog, aku merasa eksis kembali.
Eksis dengan internet di berbagai sosial media
Tadinya suami masih juga melarangku untuk mencoba membuat aku sosial media seperti friendster, facebook ataupun twitter. Suamiku menganggap kegiatan seperti itu tidak sama dengan ngeblog, hanya akan banyak menyita waktu dan bisa membuatku lalai akan tanggung jawabku sebagai seorang istri dan ibu. Aku tahu, memang banyak hubungan yang rusak berantakan dikarenakan pengaruh negatif akun media sosial itu tapi aku tetap yakin manfaatnya jauh lebih banyak dan semuanya tergantung individunya, bagaimana memanfaatkan media sosial itu.
Hingga suatu hari, keikutsertakanku pada salah satu lomba menulis di blog yang salah satu persyaratannya harus memiliki akun facebook dan twitter, mau tak mau membuat suamiku harus memberi lampu hijau untukku merambah dunia facebooker dan twitter.
Walaupun masih sedikit pelit karena beliau tak mengizinkan aku membuat akun dengan nama asliku tapi itu sudah cukup membuatku merasa senang.
Dan ternyata apa yang kukatakan benar. Karena ngefacebook dan ngetwitter, aku jadi lebih banyak teman. Tak hanya itu, ada banyak info lomba menulis yang kudapatkan dari sana. Karena facebook aku bisa kenal dekat dengan orang-orang baik dan hebat. Aku banyak berteman dengan penulis yang selama ini hanya kukenal lewat tulisan-tulisannya di buku/novel yang kubaca. Dan karena facebook juga, akhirnya aku bisa menjadi salah satu penulis, meskipun buku-buku yang mencantumkan namaku itu hanya berupa antologi, tapi itu sangat berarti bagiku. Aku yang hanya seorang ibu rumah tangga tulen bisa bersanding dengan penulis-penulis yang sudah banyak memiliki karya. Aku bisa eksis berkat internet yang sudah baik hati menyediakan social media itu sebagai jembatanku bertemu dengan dunia luar.
Eksis dengan internet, membantuku menjalankan bisnis online
Bisnis online yang mulai banyak dirambah berbagai kalangan termasuk ibu rumah tangga sepertiku juga tercipta karea adanya internet. Tanpa internet, mustahil ada yang namanya bisnis online. Ke-eksis-anku yang bermula dari berbagai sosial media itu akhirnya membuatku memutuskan untuk berani terjun dalam bisnis online ini. Semakin eksis diriku, maka peluang untuk segera meraih setiap tangga keberhasilan yang dijanjikan dalam bisnis online ini semakin besar. Dan semua itu bisa kulakukan tanpa harus mengabaikan semua kewajibanku dalam mengurus suami dan anak-anakku.
Aku merasa bahagia, karena ketertarikanku pada internet, pada berbagai sosial media memang bukanlah suatu hal yang buruk dan tak mendatangkan manfaat. Aku kini bisa membuktikan itu pada suamiku.
Eksis dengan internet, bonus ekstra atas pilihan hidupku
Pilihan hidupku untuk benar-benar menjadi ibu rumah tangga seutuhnya ternyata tak salah. Aku memang pernah merasa sedikit menyesal, juga kecewa karena merasa kehilangan teman dan kehidupanku yang sebelumnya. Namun eksisnya aku dengan internet, serasa mengembalikan semua kebahagiaanku sekaligus kepercayaan diriku, berhasil merubah paradigma bahwa tak selamanya ibu rumah tangga tulen itu bodoh, tak berkembang, ketinggalan zaman, tahunya hanya mengurus suami dan anak. Aku kini bisa membuktikan itu. Aku yakin, bisa eksis dengan internet adalah suatu berkah, anugerah, bonus ekstra atas pilihan hidupku yang tak semua wanita seperti diriku bisa menikmatnya.
Melalui tulisan ini, aku juga berharap, agar para suami yang melek internet tidak bersikap pelit kepada istrinya. Turut serta dalam program mencerdaskan bangsa. Bukankah tunas-tunas bangsa itu berasal dari rumah dan di tangan seorang ibulah semuanya bermula. Suami harus mau berbagi sehingga tak hanya mencerdaskan dirinya tapi juga istri dan anak-anaknya kelak. Tidak memandang segala sesuatu hanya hanya dari sisi negatifnya saja. Karena segala sesuatu itu memiliki dua sisi, ada positif juga negatif. Tergantung bagaimana individunya masing-masing dalam memaknai dan menggunakannya. Karena alangkah indahnya jika semua bisa eksis dengan internet, tak peduli siapa, apa dan bagaimana individunya. Semua punya hak yang sama untuk bisa eksis dengan internet.
Dan alangkah baiknya lagi jika operator-operator selluler yang selama ini menyediakan fasilitas untuk penggunaan internet terus berinovasi, dan memberi lebih banyak kemudahan terutama dari segi jangkauan dan biaya sehingga internet bisa dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat dan Axis sebagai salah satu diantaranya telah berani membuka jalan tersebut, internet untuk rakyat, insyaAllah bisa terwujud.
Artikel Eksis Dengan Internet: Bonus Ekstra Atas Pilihan Hidupku ini diikutsertakan dalam Blog Writing Competition : Eksis Dengan Internet yang diselenggarakan oleh Dunia Axis





34 comments
Dwi Wahyudi says:
February 29, 2012 at 12:12 pm (UTC 8)
Nah ini dia tulisan mantep, dari ngeblog semuanya bermula. Tetap semangat kawan…
[Reply]
Ridha Reply:
February 29th, 2012 at 2:06 pm
makasih mas Dwi
[Reply]
marsudiyanto says:
February 29, 2012 at 12:41 pm (UTC 8)
Semoga menang kontes Mbak…
Saya nggak ikut karena belum pengalaman pakai Axis
[Reply]
Ridha Reply:
February 29th, 2012 at 2:06 pm
Hehe, kan ga harus make AXIS baru bisa ikutan pak
makasih doanya
[Reply]
Niar Ningrum says:
February 29, 2012 at 4:42 pm (UTC 8)
wah eksis terus yaa mbak, semuga bisnis online nya lancar
[Reply]
Ridha Reply:
March 1st, 2012 at 10:53 pm
amin,makasih mba Niar
[Reply]
suichal says:
February 29, 2012 at 10:41 pm (UTC 8)
salam kenal..
Wah, keren tulisannya…semoga menang
[Reply]
Ridha Reply:
March 1st, 2012 at 10:56 pm
makasih mas, salam kenal yaa
[Reply]
Anto says:
March 2, 2012 at 12:35 pm (UTC 8)
Memang tak ada pilihan lain. Utk eksis di bisnis online (termasuk ngeblog) wajib hukumnya aktif di sosmed. karena ditulah pusatnya pengguna web (pasar & pembaca) berkumpul. Tahun ini FB diprediksi akan mencapai angka1 M users, twitter 500 juta dan G+ 100 jutaan.
salam.
[Reply]
Ridha Reply:
March 2nd, 2012 at 5:35 pm
eksis itu wajib yaa
[Reply]
lidya says:
March 2, 2012 at 11:53 pm (UTC 8)
eksis juga perlu yambak biar semangat
[Reply]
Ridha Reply:
March 3rd, 2012 at 1:03 am
bener mba, biar ngerasa lebih hidup.
btw, makasih yah mba, dah beri nilai tinggi buat blog bungsuku, akhirnya juara 3 deh, senang banget usaha belajar bikin blog ada apresiasinya seperti itu
[Reply]
Selaksa Kata says:
March 5, 2012 at 8:59 am (UTC 8)
membaca dari awal sampai akhir, waduuh mantep banget ya mbak pengalaman berinternetnya..
sukses kontesnya dan sukses juga yang lainnya..
[Reply]
Ridha Reply:
March 6th, 2012 at 11:00 pm
makasih sahabat.
[Reply]
Pemilik Restoran Suroboyo says:
March 6, 2012 at 7:49 am (UTC 8)
Artikelnya bagus dan detail.
Semoga berjaya bersama saya
Salam sayank selalu
[Reply]
Ridha Reply:
March 6th, 2012 at 11:01 pm
amiin.
salam sayank balik pakdhe
[Reply]
Wawan says:
March 7, 2012 at 3:19 am (UTC 8)
Keren banget bu postingannya, Semangat ya..
jangankan ibu-ibu,yang udah termasuk kakek juga ada kok yang ngeblog. Bukan pakdhe Cholik lho yang saya maksud. Di kumpulan 1000 blogger di sidoarjo dulu ada. Kalo ga salah ingat dari Kalimantan.
[Reply]
Ridha Reply:
March 8th, 2012 at 5:36 pm
iya mas Wawan, ngeblog memang ga pandang umur

dan tentu karena ngeblog itu sangat bermanfaat, selain nambah wawasan, juga nambah teman sehingga membuat hidup lebih berwarna seperti yg pakdhe Cholik sering bilang. Dengan hidup lebih berwarna, kita selalu merasa bahagia, sehat sejahtera sehingga umur juga bisa lebih panjang
makanya saya ga heran kalau yg statusnya juga sudah sepuh (kakek nenek) juga tetap eksis dengan blog
[Reply]
Lia says:
March 7, 2012 at 11:06 pm (UTC 8)
Internet memang sangat penting, suksses ya untuk kontesnya..
[Reply]
Ridha Reply:
March 8th, 2012 at 5:37 pm
Iya mba, very-very
entah gmn hidup ini tanpa internet
makasih yaaa
[Reply]
Dhenok Habibie says:
March 9, 2012 at 12:09 am (UTC 8)
hmm, ternyata kisah cinta karena internet banyak terjadi yaa mbak, dan mbak adalah salah satunya.. keputusan menjadi full time mother, dhe angkat jempol dah.. salut dan bangga untuk perempuan-perempuan yang mengambil keputusan itu.. sukses dan semoga makin eksis yaa mbak
[Reply]
Ridha Reply:
March 10th, 2012 at 11:24 pm
makasih dek dhenok
semoga sukses dan eksis terus juga yaa
[Reply]
rina susanti esaputra says:
March 9, 2012 at 1:55 am (UTC 8)
salam kenal…..semoga kita sama-sama menag ya di lomba ini hehehe
[Reply]
Ridha Reply:
March 10th, 2012 at 11:24 pm
salam kenal balik mba Rina,
amiiin
[Reply]
Diandra-Rafi says:
March 11, 2012 at 9:12 pm (UTC 8)
Salam kenal ya…
Ini kunjungan perdanaku,tulisannya bagus. Aq juga sama2 sbg ibu RT hanya saja aq baru mulai mencoba belajar untuk menulis. Ditunggu kunjungaannya di http://diandrarafi.blogdetik.com/ mudah2an bisa berbagi pengalaman.
Makasih sebelumnya…
[Reply]
Ridha Reply:
March 12th, 2012 at 11:49 pm
salam kenal balik mba
[Reply]
no limit adventure says:
March 12, 2012 at 11:59 am (UTC 8)
salam kenal
[Reply]
Ridha Reply:
March 12th, 2012 at 11:49 pm
salam kenal juga
[Reply]
Asep Saepurohman says:
March 13, 2012 at 12:44 am (UTC 8)
Assalamualaikum
ternyata ikutan juga yang ini. semoga menang
salam kenal. Kunjungan pertama
[Reply]
Ridha Reply:
March 13th, 2012 at 3:12 pm
waalaikumslm
salam kenal balik mas Asep, amiiin
[Reply]
Pemilik Restoran Suroboyo says:
April 5, 2012 at 6:54 am (UTC 8)
Gak menang ya nduk ?
salam sayank selalu
[Reply]
Ridha Reply:
April 5th, 2012 at 11:30 pm
belum rezeki
[Reply]
irmarahadian says:
April 9, 2012 at 12:35 pm (UTC 8)
semoga makin sukses & makin exis y mb…
hehehe
[Reply]
Ridha Reply:
April 9th, 2012 at 8:03 pm
amiiin
[Reply]